Xavi Hernandez Berpeluang Turun Gunung dan Jumpa Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 – Isu pergantian pelatih kembali menyelimuti persiapan menuju Piala Dunia 2026. Nama Xavi Hernandez tiba-tiba mencuat sebagai kandidat kuat untuk menangani tim nasional Maroko, sebuah kabar yang sekaligus membangkitkan memori lama tentang duel dramatis mereka dengan Cristiano Ronaldo di panggung dunia.
Xavi Hernandez Berpeluang Sebagai Pelatih
Legenda Barcelona tersebut disebut-sebut berpeluang kembali ke lapangan sebagai pelatih setelah berpisah dengan klub Catalan pada 2024. Hingga kini, Xavi belum menerima proyek anyar, sehingga rumor ketertarikan dari Maroko semakin santer terdengar. Apalagi, tim berjuluk Singa Atlas itu tengah menghadapi ketidakpastian terkait masa depan pelatih mereka saat ini, Walid Regragui.
Laporan dari sejumlah media Eropa menyebutkan Regragui mempertimbangkan untuk mengakhiri masa baktinya setelah empat tahun menukangi Maroko. Hubungannya dengan federasi dan publik disebut merenggang usai kegagalan meraih gelar Piala Afrika 2025 yang digelar di kandang sendiri. Dalam laga final yang berlangsung di Rabat pada 18 Januari 2026, Maroko harus menyerah 0-1 dalam pertandingan yang diwarnai kontroversi.
Kekalahan tersebut memicu gelombang kritik dari para suporter. Padahal, jasa Regragui sebelumnya begitu besar. Pada Piala Dunia 2022, ia sukses mengantar Maroko menorehkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang menembus semifinal. Perjalanan sensasional itu termasuk kemenangan ikonik atas Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo di babak perempat final. Gol tunggal Youssef En-Nesyri kala itu menjadi mimpi buruk bagi sang megabintang.
Meski akhirnya kandas di tangan Prancis pada semifinal dan kalah dari Kroasia dalam perebutan tempat ketiga, pencapaian tersebut tetap dikenang sebagai tonggak kebanggaan bagi Maroko dan benua Afrika. Namun, dalam sepak bola modern, prestasi masa lalu tak selalu menjadi jaminan keamanan jabatan. Tekanan publik pasca kegagalan di Piala Afrika membuat posisi Regragui berada dalam sorotan tajam.
Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) sempat mengeluarkan bantahan resmi terkait rumor pencarian pelatih baru. Bahkan klarifikasi dirilis lebih dari sekali guna menegaskan bahwa belum ada keputusan pergantian nahkoda. Meski demikian, spekulasi terus berkembang di tengah publik dan media.
Di sinilah nama Xavi Hernandez muncul sebagai kandidat paling menarik. Sebagai mantan gelandang jenius Spanyol dan bagian penting dari skuad juara dunia 2010, reputasi Xavi di level elite tak diragukan lagi. Ia juga memiliki pengalaman melatih Barcelona dalam situasi penuh tekanan, sesuatu yang dinilai relevan dengan ambisi Maroko di Piala Dunia 2026.
Sejumlah laporan menyebutkan profil Xavi dianggap cocok: berpengalaman di panggung besar, terbiasa menghadapi ekspektasi tinggi, serta memiliki filosofi permainan yang jelas. Namun, ada catatan penting. Sepanjang karier kepelatihannya, Xavi cenderung memilih membangun proyek sejak awal, bukan mengambil alih tim di tengah siklus yang sudah berjalan. Selain itu, ia juga belum pernah menangani tim nasional.
Faktor waktu pun menjadi tantangan tersendiri. Piala Dunia 2026 tinggal menghitung bulan, sementara Maroko sudah tergabung di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Jika benar terjadi pergantian pelatih, adaptasi taktik dan konsolidasi tim harus dilakukan dalam tempo singkat.
Sebagai alternatif, federasi Tuna55 disebut mempertimbangkan sosok lokal seperti Mohamed Ouahbi, yang sukses membawa timnas U-20 Maroko meraih gelar dunia pada 2025. Pilihan ini dinilai lebih realistis dari sisi kesinambungan program.
Apakah Xavi benar-benar akan “turun gunung” dan kembali ke dunia kepelatihan lewat Maroko? Ataukah Singa Atlas memilih stabilitas dengan figur internal? Yang jelas, keputusan dalam waktu dekat bisa sangat menentukan arah perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 — sekaligus kembali bersinggungan dengan bayang-bayang Cristiano Ronaldo di panggung terbesar sepak bola dunia.

Leave a Reply