Hasil Shanghai Shenhua vs Ulsan Shanghai menjadi saksi tersingkirnya Ulsan HD FC dari ajang AFC Champions League Elite 2025/26 setelah mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Shanghai Port FC di Stadion Sepak Bola Pudong, Rabu. Hasil 0-0 tersebut memastikan langkah mantan juara itu terhenti di fase liga karena kalah selisih gol dari sesama wakil Korea Selatan, Gangwon FC. Kedua tim sebenarnya sama-sama mengoleksi sembilan poin, tetapi Gangwon berhak melaju ke babak 16 besar berkat produktivitas gol yang lebih baik.

Pertandingan ini menjadi laga hidup-mati bagi Ulsan. Mereka langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Tekanan cepat ditunjukkan lewat upaya jarak jauh Pedrinho dan Darijan Bojanic yang mencoba menguji ketangguhan penjaga gawang tuan rumah, Yan Junling. Selain itu, Yago Cariello juga sempat mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti. Sayangnya, saat berada di bawah tekanan bek lawan, penyelesaian akhirnya masih melenceng tipis di sisi kiri gawang.

Jalannya Pertandingan Shanghai Shenhua vs Ulsan

Meski memulai laga dengan tempo tinggi, intensitas serangan Ulsan perlahan menurun. Shanghai Port mampu menahan tekanan setiap kali tim tamu mencoba menaikkan garis permainan. Tim asal Tiongkok itu sendiri sebenarnya juga tidak terlalu dominan dalam menciptakan peluang. Dua kesempatan yang mereka miliki di awal pertandingan melalui Matt Orr dan Jean Claude belum cukup berbahaya untuk menguji refleks kiper Ulsan, Jo Hyeon-woo, yang relatif tidak mendapat ancaman berarti selama setengah jam pertama.

Peluang berikutnya bagi Ulsan datang menjelang turun minum. Pada menit ke-40, Lee Dong-gyeong melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan langsung ke arah gawang. Namun, bola masih tepat mengarah ke tangkapan Yan. Beberapa saat kemudian, gelandang tersebut kembali mencoba peruntungannya dengan sepakan lebih keras dari luar kotak penalti, tetapi lagi-lagi kiper Shanghai Port mampu mengamankan bola tanpa kesulitan.

Menjelang akhir babak pertama, Shanghai Port sempat meningkatkan intensitas serangan. Namun, rangkaian upaya mereka tidak menghasilkan peluang bersih. Kedua tim akhirnya masuk ruang ganti dengan skor tetap 0-0. Statistik menunjukkan Ulsan lebih aktif menyerang dengan lima tembakan tepat sasaran, sementara tuan rumah belum mencatatkan satu pun percobaan yang benar-benar mengarah ke gawang.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, ritme pertandingan kembali meningkat. Kedua kesebelasan tampil dengan energi baru dan saling menekan. Para penjaga gawang pun menjadi sorotan utama. Yan Junling melakukan penyelamatan penting dari peluang Kang Sang-woo dan Pedrinho, sedangkan Jo Hyeon-woo menepis dua tembakan keras Mateus Vital yang dilepaskan dari sisi kiri serangan Shanghai Port.

Penampilan Yan sebagai kapten sekaligus benteng terakhir Shanghai Port benar-benar menonjol. Pada menit ke-61, ia berhasil meninju bola hasil sepakan keras Pedrinho dari jarak sekitar 18 meter. Empat menit kemudian, ia kembali menggagalkan peluang Ulsan dengan memblok tendangan Cariello menggunakan bagian bawah tubuhnya. Serangkaian aksi gemilang itu membuat frustrasi lini depan tim tamu yang terus berusaha memecah kebuntuan.

Seiring waktu terus berjalan, Ulsan tetap berupaya mencari gol kemenangan. Mereka menciptakan sejumlah peluang tambahan, tetapi buruknya penyelesaian akhir serta disiplin lini belakang Shanghai Port membuat semua usaha tersebut gagal berbuah hasil. Pelatih Kim Hyun-seog bahkan melakukan perubahan besar dengan memasukkan empat pemain baru mulai menit ke-75 untuk meningkatkan daya serang tim. Meski demikian, strategi tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap tidak berubah. Hasil imbang tanpa gol itu menjadi pukulan telak bagi Ulsan HD FC karena memastikan mereka tersingkir dari kompetisi. Bagi Shanghai Port, performa solid terutama dari sang penjaga gawang menjadi faktor kunci yang membantu mereka menahan salah satu tim kuat Asia. Pertandingan ini menegaskan bahwa dominasi peluang tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir, terutama ketika efektivitas penyelesaian dan performa kiper lawan menjadi penghalang utama. Tuna55


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *