Rahmat Hidayat Kolaps di Lapangan Saat Duel Lawan Persebaya – Laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 antara Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026), sempat diwarnai momen menegangkan. Bek muda Persijap, Rahmat Hidayat, tiba-tiba kolaps di tengah pertandingan meski tidak terlibat benturan dengan pemain lawan. Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan babak kedua saat pertandingan masih berlangsung intens.
Situasi bermula ketika Persijap melancarkan skema serangan balik cepat. Dalam tayangan ulang televisi terlihat Rahmat yang sedang berlari tiba-tiba terjatuh di lapangan. Ia langsung mengangkat tangan sebagai isyarat meminta pertolongan, membuat rekan setim dan pemain lawan segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Wasit pun menghentikan pertandingan sementara.
Kejadian tersebut langsung memicu respons cepat dari tim medis yang bergegas masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Penanganan cepat ini menjadi krusial karena kondisi pemain yang kolaps di lapangan selalu dianggap darurat dalam dunia olahraga profesional.
Evakuasi Cepat dan Penanganan Medis
Setelah mendapat pemeriksaan awal di lapangan, tim medis memutuskan Rahmat harus segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tidak lama kemudian ambulans masuk ke lapangan dan mengevakuasi pemain berusia 23 tahun tersebut. Suasana stadion sempat hening karena penonton menunggu kabar kondisi sang pemain.
Keputusan membawa Rahmat ke fasilitas medis merupakan langkah standar dalam protokol keselamatan pemain. Dalam situasi kolaps tanpa benturan, dokter biasanya akan memeriksa kemungkinan gangguan metabolik, tekanan darah, kadar gula, elektrolit, hingga kondisi jantung. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan penyebab pasti dan mencegah risiko berulang.
Kabar terbaru kemudian disampaikan langsung oleh dokter tim Persijap, Ary Setiawan. Ia memastikan bahwa Rahmat sudah menyelesaikan proses perawatan di rumah sakit dan kondisinya kini jauh lebih baik dibanding saat insiden terjadi.
Kondisi Terkini Rahmat Hidayat
Menurut penjelasan resmi tim medis, Rahmat Hidayat telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit sebelum waktu sahur, sekitar pukul tiga dini hari. Ia bahkan sudah kembali ke mess tim untuk melanjutkan pemulihan dengan pengawasan dokter.
Meski demikian, ia belum sepenuhnya dinyatakan fit untuk beraktivitas normal, apalagi kembali bermain. Dokter menegaskan bahwa kondisi Rahmat masih harus dipantau secara berkala untuk memastikan kesehatannya stabil. Hal ini penting karena penyebab kolaps yang dialaminya berkaitan dengan kondisi metabolik tubuh.
Diagnosis: Hipoglikemia dan Hipokalemia
Tim medis mengungkapkan bahwa Rahmat didiagnosis mengalami hipoglikemia dan hipokalemia. Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah turun di bawah batas normal, yang dapat menyebabkan pusing, lemas, kehilangan kesadaran, hingga pingsan. Sementara hipokalemia merupakan kondisi rendahnya kadar kalium dalam darah, yang dapat memicu kelemahan otot, gangguan irama jantung, dan kelelahan ekstrem.
Kombinasi kedua kondisi tersebut bisa sangat berbahaya bagi atlet, terutama saat bertanding dengan intensitas tinggi. Aktivitas fisik berat dapat mempercepat penurunan gula darah dan elektrolit jika tubuh tidak memiliki cadangan yang cukup. Oleh karena itu, pemantauan nutrisi, hidrasi, dan kondisi fisik atlet menjadi hal vital dalam sepak bola profesional.
Dokter Ary Setiawan menegaskan bahwa kondisi Rahmat kini sudah jauh membaik, tetapi tim medis tetap berhati-hati sebelum memberikan izin kembali berlatih atau bermain. Pendekatan konservatif ini lazim dilakukan untuk mencegah risiko kekambuhan.
Tetap Menang Tanpa Sang Bek
Meski kehilangan salah satu pemain belakangnya di tengah pertandingan, Persijap berhasil mempertahankan performa solid di kandang. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut sukses menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan ini menjadi bukti mental kuat tim yang tetap fokus meski sempat diganggu situasi darurat di lapangan.
Hasil positif itu juga berdampak penting pada posisi klasemen. Persijap kini semakin dekat keluar dari zona merah. Mereka mengoleksi jumlah poin yang sama dengan tim penghuni peringkat terakhir di zona aman, yakni PSBS Biak. Dengan momentum kemenangan ini, peluang Persijap untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi semakin terbuka.
Pentingnya Protokol Kesehatan Pemain
Insiden kolaps di lapangan bukan pertama kali terjadi dalam sepak bola. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia sepak bola global semakin menaruh perhatian besar terhadap kesehatan pemain, terutama terkait kondisi jantung, metabolisme, dan hidrasi. Banyak liga kini mewajibkan pemeriksaan medis rutin dan pemantauan kondisi pemain sebelum pertandingan.
Kasus Rahmat Hidayat menjadi pengingat bahwa faktor non-kontak pun bisa memicu kondisi darurat. Tidak selalu benturan keras atau cedera fisik yang menyebabkan pemain tumbang. Faktor internal tubuh seperti kadar gula dan elektrolit juga berperan besar dalam menjaga stamina dan kesadaran atlet.
Karena itu, klub profesional biasanya memiliki tim nutrisionis, fisioterapis, dan dokter olahraga yang bekerja sama memastikan kondisi pemain tetap optimal. Pengaturan pola makan, asupan cairan, hingga jadwal istirahat menjadi bagian penting dari manajemen performa atlet.
Harapan untuk Pemulihan dan Kembali Bermain
Bagi Persijap dan para pendukungnya, kabar bahwa Rahmat Hidayat sudah pulang dari rumah sakit tentu menjadi kabar melegakan. Meski belum dipastikan kapan ia bisa kembali merumput, kondisi yang terus membaik memberi harapan bahwa sang bek dapat segera pulih total.
Pihak klub diperkirakan akan mengambil pendekatan hati-hati dengan memberikan waktu istirahat cukup sebelum Rahmat kembali ke lapangan. Keselamatan pemain tetap menjadi prioritas utama dibanding memaksakan tampil terlalu cepat.
Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan tim medis dalam pertandingan sepak bola modern. Respons cepat tenaga kesehatan di lapangan terbukti menjadi faktor krusial yang dapat mencegah kondisi memburuk. Tuna55

Leave a Reply