Hasil Persita Tangerang vs PSBS Biak – Persita Tangerang menunjukkan mental baja saat berhasil membalikkan keadaan dan menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-1 dalam laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Indomilk Arena, Senin (16/2/2026). Kemenangan ini menjadi bukti karakter kuat Pendekar Cisadane yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu serta mengakhiri tren negatif tiga pertandingan tanpa kemenangan.
Dominasi Persita Tangerang di Babak Pertama
Sejak peluit awal dibunyikan, Persita langsung tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri. Anak asuh Carlos Pena menguasai jalannya pertandingan melalui penguasaan bola dominan serta tekanan konstan ke lini pertahanan PSBS Biak. Serangan demi serangan dibangun melalui kombinasi umpan pendek dan penetrasi sayap yang memaksa lini belakang tim tamu bekerja keras.
Beberapa peluang emas tercipta, namun penyelesaian akhir menjadi kendala utama tuan rumah. Kiper PSBS, Kadu, tampil sigap di bawah mistar dan sukses menggagalkan sejumlah tembakan berbahaya. Ketajaman lini depan Persita yang belum maksimal membuat skor tetap 0-0 meski mereka mendominasi permainan.
PSBS Biak Mencuri Keunggulan
Alih-alih tertinggal, PSBS Biak justru berhasil mencuri gol di momen krusial menjelang turun minum. Memanfaatkan serangan balik cepat yang dirancang Ilham Udin, bola berhasil dikirim ke Ruyery Blanco yang berdiri bebas di kotak penalti. Tanpa kesalahan, Blanco menuntaskan peluang tersebut dan membawa Laskar Badai Pasifik unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi pukulan bagi Persita yang sebenarnya lebih menguasai pertandingan. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan tim tamu, membuat tuan rumah harus mencari solusi cepat di ruang ganti.
Perubahan Strategi Jadi Titik Balik
Menyadari timnya membutuhkan energi baru, pelatih Persita Carlos Pena langsung melakukan pergantian pemain setelah jeda. Ia memasukkan Eber Bessa dan Charisma Fathoni untuk menggantikan Ramon Bueno serta Zulfan Mukti. Langkah ini bertujuan menambah kreativitas serangan sekaligus meningkatkan intensitas tekanan.
Perubahan tersebut segera memberi dampak. Persita tampil lebih tajam dan agresif dalam menekan pertahanan PSBS. Kerja sama apik antara Ahmad Nur Hardianto dan Eber Bessa menghasilkan peluang emas berupa hadiah penalti pada menit ke-62 setelah terjadi pelanggaran di area terlarang.
Namun drama terjadi ketika Bessa yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya pada menit ke-68 berhasil ditebak dan ditepis oleh Kadu. Gagalnya penalti sempat membuat suasana stadion menegang karena peluang emas untuk menyamakan skor terbuang.
Kebangkitan Kilat Pendekar Cisadane
Meski gagal dari titik putih, Persita tidak kehilangan semangat. Beberapa detik setelah penalti gagal, tekanan tinggi mereka kembali membuahkan hasil. Bola hasil pressing berhasil direbut dan dialirkan kepada Rayco Rodriguez. Pemain asal Spanyol itu menunjukkan kualitas individu dengan gerakan tipuan sebelum melepaskan tembakan akurat yang bersarang di gawang PSBS. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi titik balik momentum. Persita yang semakin percaya diri langsung melanjutkan tekanan. Hanya berselang dua menit, Ahmad Nur Hardianto mencetak gol kedua melalui sundulan memanfaatkan umpan silang. Meski Kadu sempat menjangkau bola, arah bola sudah terlalu tajam dan akhirnya masuk ke gawang. Persita pun berbalik unggul 2-1.
Pertahanan Solid hingga Peluit Akhir
Setelah unggul, Persita bermain lebih disiplin dan fokus menjaga keunggulan. Lini tengah bekerja keras memutus alur serangan PSBS, sementara barisan pertahanan tampil rapi menutup ruang gerak pemain lawan. PSBS sempat mencoba menekan di menit-menit akhir, tetapi upaya mereka tidak mampu menembus pertahanan tuan rumah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-1 untuk kemenangan Persita. Para pemain langsung merayakan kemenangan bersama suporter yang memenuhi tribun Indomilk Arena, menandai berakhirnya periode sulit yang sebelumnya mereka alami.
Dampak pada Klasemen
Tambahan tiga poin membuat Persita tetap bertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 35 poin, jumlah yang sama dengan Persebaya Surabaya di posisi kelima. Hasil ini menjaga peluang Persita untuk bersaing di papan atas klasemen.
Di sisi lain, kekalahan membuat PSBS Biak tertahan di peringkat ke-15 dengan 17 poin. Posisi tersebut masih rawan karena mereka hanya terpaut dua angka dari zona degradasi. Tekanan untuk meraih kemenangan di laga berikutnya pun semakin besar bagi tim asal Papua itu.
Tantangan Berikutnya
Persita kini menghadapi ujian berat pada pekan selanjutnya. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas pemuncak klasemen Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (22/2). Laga tersebut diprediksi menjadi pertandingan krusial untuk mengukur konsistensi kebangkitan Persita.
Sementara itu, PSBS Biak akan mencoba bangkit saat menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan sehari sebelumnya. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi mereka untuk menjauh dari ancaman degradasi.
Kemenangan Persita atas PSBS Biak bukan hanya soal tambahan tiga poin, tetapi juga tentang karakter dan mentalitas tim. Bangkit dari ketertinggalan, gagal penalti, lalu mencetak dua gol cepat menunjukkan daya juang tinggi yang menjadi modal penting menghadapi sisa musim. Jika konsistensi ini dapat dipertahankan, Persita berpeluang besar menjadi penantang serius di papan atas BRI Super League musim ini. Tuna55

Leave a Reply