Michael Owen Nilai MU Tepat Permanenkan Carrick di Old Trafford – Era Baru
Manchester United Pascapemecatan Amorim Manchester United resmi
memasuki fase baru setelah memutuskan berpisah dengan Ruben Amorim
pada awal 2026. Keputusan tersebut diambil menyusul performa Setan Merah
yang dinilai stagnan dan gagal menunjukkan kemajuan berarti sepanjang musim.
Era Baru Manchester United Pascapemecatan Amorim
Usai kepergian Amorim, United sempat menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih
sementara. Namun, kendali tim kemudian dipercayakan kepada Michael Carrick,
yang langsung mencuri perhatian lewat rangkaian hasil positif.
Carrick mengambil alih tim di tengah tekanan besar dan ekspektasi tinggi publik
Old Trafford. Tantangan itu dijawab dengan empat kemenangan beruntun
di berbagai kompetisi, sebuah pencapaian yang mengembalikan
optimisme di lingkungan klub.
Rangkaian hasil tersebut membuat Manchester United kembali berada di jalur
persaingan papan atas. Peluang untuk mengamankan tiket Liga Champions
pun terbuka lebar, sekaligus memicu perdebatan mengenai
kelayakan Carrick untuk menangani tim secara permanen.
Dukungan Michael Owen dan Pertimbangan Finansial Klub
Performa impresif Carrick sebagai pelatih interim mendapat perhatian luas,
salah satunya dari Michael Owen. Mantan striker United itu menilai manajemen
klub tidak perlu terburu-buru mengejar nama besar di kursi pelatih.
Menurut Owen, kualitas permainan United di bawah Carrick menjadi indikator
terpenting. Ia menyoroti perubahan gaya bermain yang dinilai
lebih meyakinkan dibanding era sebelumnya,
terutama saat menghadapi rival sekota.
Owen bahkan menyebut laga melawan Manchester City sebagai bukti nyata
kebangkitan tersebut. Ia mengaku belum pernah melihat United
tampil dengan pendekatan seperti itu dalam lebih dari satu dekade.
“Saya juga berpikir bahwa Manchester United ini juga akan melakukan hal
yang sudah benar dan juga tidak hanya pada saat bereaksi spontan dengan
mengucapkan, ‘berikanlah pekerjaan itu kepada pelatih Michael Carrick esok’.
Namun, jika ia membawa United lolos ke Liga Champions dan performa
seperti ini terus berlanjut—meski tentu akan ada pasang surut yang paling
mengesankan adalah cara mereka bermain,” ujar Owen kepada Goal.
“Itu berlanjut dari satu pertandingan ke pertandingan lain.
Anda bisa melihat kepercayaan diri para pemain.
Banyak yang berkata Carrick tak boleh diberi jabatan ini apa pun alasannya,
dan saya sangat tidak setuju,” tegasnya.
Selain aspek teknis, Owen juga menyoroti kondisi finansial klub.
Ia menilai situasi keuangan Manchester United saat ini menuntut
pendekatan yang lebih realistis dalam memilih pelatih.
Nama-nama besar seperti Thomas Tuchel, Carlo Ancelotti,
dan Mauricio Pochettino dinilai membawa risiko finansial yang tidak kecil.
Dalam konteks tersebut, Carrick dianggap sebagai solusi
yang rasional dan minim risiko.
Carrick dinilai sudah memahami kultur klub dan lingkungan sekitar Old Trafford.
Faktor adaptasi pun bukan menjadi persoalan,
mengingat ia telah lama berada di dalam struktur klub.
“Michael mungkin tidak akan berterima kasih kepada saya,
tetapi ia adalah pilihan yang sempurna.
Ia datang dengan biaya yang jauh lebih rendah, memahami klub,
tinggal di sekitar Manchester, keluarganya juga ada di sana.
Tidak ada masalah bahasa, adaptasi, atau hal lain,” kata Owen.
“Anda tidak perlu menebus kontraknya dari klub lain, dan secara finansial
itu jauh lebih masuk akal dibanding manajer-manajer Tuna55 besar lainnya,”
tutupnya.

Leave a Reply