Pembalap muda Malaysia, Hakim Danish Ramli, memang belum tampil dominan dalam tes pramusim Moto3 di Portimao. Namun di luar catatan waktu, ia sudah lebih dulu mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran petinggi MotoGP.
Nama Danish secara khusus mendapat sorotan dari Kepala Olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta. Putra CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, itu menyebut pembalap asal Malaysia tersebut sebagai talenta yang sangat menjanjikan.
Ezpeleta menyampaikan kegembiraannya atas bergabungnya Danish ke ajang Kejuaraan Dunia Moto3. Pada musim 2026, Danish akan memperkuat tim asal Spanyol, MT Helmets-MSI, dalam debut penuhnya di kelas tersebut.
Danish adalah pembalap yang sangat, sangat berbakat dan kami senang bisa menyambutnya di kejuaraan dunia, ujar Ezpeleta saat ditemui di Kuala Lumpur dalam rangkaian tes pramusim MotoGP.
Menurutnya, potensi Danish sudah terpantau sejak lama. Ia menilai langkah pembalap muda itu menuju jenjang MotoGP merupakan proses yang memang sudah diprediksi sebelumnya.
Kami sudah mengetahui kemampuannya sejak lama. Saya yakin dia akan tampil sangat baik dan kami siap memberikan dukungan penuh, tambahnya, seperti dikutip dari BeritaHarian.
Malaysia Dinilai Unggul dalam Pembinaan Talenta
Carlos Ezpeleta juga menyoroti kuatnya ekosistem balap di Malaysia. Ia menyebut negara tersebut memiliki fondasi yang lebih mapan dibanding beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Dukungan dari Sirkuit Internasional Sepang serta peran aktif Kementerian Pemuda dan Olahraga dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak pembalap berbakat.
Dalam pengembangan talenta, Malaysia punya keunggulan karena olahraga ini sudah berkembang di sini selama bertahun-tahun, kata Ezpeleta.
Ia menegaskan bahwa Malaysia secara konsisten melahirkan pembalap potensial yang mampu bersaing di level internasional.
Perbandingan Hakim Danish dengan Veda di Portimao
Meski telah mendapatkan pujian dari petinggi MotoGP, performa Danish dalam tes resmi pramusim di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal belum sepenuhnya memuaskan.
Cuaca buruk membuat sesi uji coba hanya berjalan efektif pada hari kedua dari total dua hari jadwal tes. Danish pun baru turun optimal di kesempatan tersebut.
Dalam catatan waktu, ia masih kalah cepat dibandingkan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang menunjukkan performa menjanjikan.
Veda, yang membela Honda Team Asia, mencatat waktu terbaik 2 menit 2,545 detik setelah menyelesaikan 24 lap pada 10 Februari 2026. Catatan itu sekitar 0,9 detik lebih cepat dari waktu terbaik Danish.
Hakim Danish sendiri menempuh 41 putaran dan mencatatkan waktu terbaik 2 menit 3,342 detik.
Perbandingan ini membuat keduanya menjadi pusat perhatian, mengingat Veda dan Danish sama-sama dianggap sebagai bintang muda dari Asia Tenggara yang berpotensi bersinar di Moto3.
Jalan Berbeda, Target Sama
Danish bisa dibilang berada dalam posisi yang cukup menguntungkan karena langsung bergabung dengan tim asal Spanyol, MT Helmets-MSI, yang berbasis di Eropa.
Sementara itu, Veda memperkuat Honda Team Asia—tim yang selama ini menjadi jalur utama pembalap Indonesia untuk menembus kompetisi dunia.
Meski jalur mereka berbeda, target keduanya sama: tampil kompetitif di musim penuh pertama Moto3.
Tes pramusim di Portimao menjadi ajang awal untuk mengukur kesiapan. Namun, penilaian sesungguhnya tentu baru akan terlihat ketika musim resmi dimulai.
Sebelum seri pembuka digelar, Danish dan Veda masih memiliki satu kesempatan lagi untuk mematangkan persiapan, yakni tes pramusim Moto3 di Sirkuit Jerez, Spanyol pada 14-15 Februari 2026.
Dengan dukungan penuh dari tim masing-masing dan sorotan besar terhadap talenta Asia Tenggara, duel antara Danish dan Veda diprediksi akan menjadi salah satu cerita menarik di musim Moto3 2026. Tuna55

Leave a Reply