Marc Marquez Merasa Dilecehkan Oleh Murid Valentino Rossi Persaingan menuju gelar dunia MotoGP 2026 dipastikan bakal berlangsung sengit, dan pembalap Ducati, Marc Marquez, sudah mulai mengidentifikasi siapa saja lawan yang berpotensi menjadi batu sandungan terbesarnya musim ini. Setelah menyelesaikan rangkaian tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, sang juara dunia berkali-kali itu mengaku telah memiliki gambaran jelas mengenai para rival utama yang bisa mengganggu ambisinya mempertahankan dominasi di lintasan.

Penampilan Marc Marquez Curi Perhatian

Penampilan Marquez dalam uji coba tersebut langsung mencuri perhatian. Setelah absen cukup lama akibat cedera yang dialaminya pada GP Indonesia 2025 di Mandalika, pembalap berjuluk “The Alien” itu tampil agresif sejak hari pertama. Mengendarai Desmosedici GP26, ia langsung menempati posisi tercepat pada sesi awal pengujian. Walau catatan waktunya sedikit menurun pada dua hari berikutnya, performa awal itu tetap dianggap sebagai sinyal positif, terutama karena ia sempat tidak mengendarai motor MotoGP selama sekitar empat bulan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Marquez masih memiliki insting balap tajam meski sempat menepi lama. Namun, ia juga sadar bahwa jalan menuju gelar juara musim ini tidak akan mudah. Menurutnya, ada beberapa nama yang berpotensi menjadi pesaing serius dalam perebutan titel juara dunia.

Menariknya, dua dari tiga nama yang paling ia waspadai berasal dari akademi balap milik legenda Italia, Valentino Rossi. Mereka adalah rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia, serta pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. Selain keduanya, Marquez juga memasukkan nama adiknya sendiri, Alex Marquez, sebagai salah satu penantang yang harus diantisipasi.

Alex menjadi perhatian khusus karena performa impresifnya musim lalu. Status runner-up klasemen akhir membuatnya diyakini akan tampil lebih percaya diri dan termotivasi untuk meraih lebih banyak kemenangan. Selain itu, juara dunia Moto2 2019 tersebut juga memiliki target besar untuk menembus tim pabrikan di masa depan, sehingga setiap balapan musim ini akan menjadi ajang pembuktian kemampuannya.

Marco Bezzecchi Dianggap Sebagai Ancaman Serius

Sementara itu, Bezzecchi dipandang sebagai ancaman serius berkat perkembangan signifikan motor Aprilia RS-GP. Dalam beberapa musim terakhir, pabrikan asal Noale tersebut menunjukkan kemajuan konsisten dalam pengembangan performa motor mereka. Musim lalu, Bezzecchi berhasil menutup kejuaraan di posisi ketiga klasemen dengan koleksi sembilan podium, termasuk tiga kemenangan balapan utama. Statistik itu membuatnya layak disebut kandidat kuat penantang gelar.

Marquez juga tidak menutup mata terhadap potensi kebangkitan Bagnaia. Meski musim lalu performanya dianggap kurang maksimal, pembalap Italia itu tetap memiliki rekam jejak mentereng sebagai juara dunia MotoGP 2022 dan 2023. Pada akhir musim lalu, Bagnaia finis di posisi kelima klasemen dengan delapan podium dan dua kemenangan. Catatan tersebut dianggap belum mencerminkan kemampuan terbaiknya, sehingga musim ini diprediksi menjadi momen kebangkitan bagi Pecco—sapaan akrabnya.

Motivasi Bagnaia jelas berlipat ganda. Selain ingin kembali ke jalur juara, ia juga harus menjaga posisinya di tim pabrikan Ducati agar tidak terancam pada musim berikutnya. Situasi internal tim yang kompetitif membuat setiap pembalap harus tampil konsisten untuk mempertahankan tempatnya.

Marquez sendiri secara terbuka menyebut tiga nama tersebut sebagai lawan utama yang harus diwaspadai. Ia bahkan memberi perhatian khusus pada Bezzecchi, karena menurutnya potensi sebenarnya dari motor Aprilia baru akan terlihat pada tes pramusim terakhir di Thailand. Ia menilai perkembangan RS-GP memang terlihat menjanjikan, tetapi masih terlalu dini untuk memastikan apakah Bezzecchi benar-benar akan menjadi kandidat juara dunia.

Tes pramusim penutup MotoGP 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pada 21–22 Februari. Sesi ini diyakini akan menjadi indikator penting kekuatan tiap tim sebelum musim resmi dimulai. Dari hasil tes tersebut, peta persaingan kemungkinan akan terlihat lebih jelas, termasuk siapa saja yang benar-benar siap menantang Marquez dalam perburuan gelar.

Dengan kombinasi rival kuat, motor kompetitif, dan ambisi besar dari para pembalap papan atas, musim MotoGP 2026 diprediksi menjadi salah satu musim paling sengit dalam beberapa tahun terakhir. Bagi Marquez, tantangan terbesar bukan hanya mempertahankan performa terbaiknya, tetapi juga menghadapi tekanan dari para pesaing yang lapar kemenangan. Tuna55


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *