Langkah Arsenal Tertahan, Persaingan Puncak Klasemen Memanas – Arsenal
menyia-nyiakan kesempatan besar untuk memperkokoh posisi teratas
klasemen Premier League setelah hanya meraih hasil imbang 2-2 saat
bertandang ke markas Wolverhampton
Wanderers,Hari Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Skuad besutan Mikel Arteta sebenarnya tampil meyakinkan saat unggul dua gol
lebih dulu. Situasi tersebut sempat membuat mereka terlihat berada di atas angin,
namun keunggulan itu akhirnya lenyap dan menjadi pukulan bagi ambisi
juara musim ini. Data superkomputer Opta menunjukkan
Arsenal memiliki probabilitas kemenangan mencapai 98,1 persen
ketika memimpin 2-0. Statistik itu kini terasa pahit karena mereka
gagal mengamankan tiga poin penuh. Hasil tersebut menambah daftar
kehilangan poin Arsenal setelah unggul, yang kini terjadi tiga kali dalam
lima pertandingan liga terakhir. Tekanan persaingan gelar pun kembali
terasa di dalam tim.
Dominasi Awal yang Tak Berbuah Maksimal
Arsenal membuka laga dengan performa solid dan langsung mencetak gol
pembuka. Sepanjang babak pertama, mereka mampu meredam Wolves
hingga hanya melepaskan satu tembakan tanpa ancaman berarti.
Gol kedua yang dicetak Piero Hincapie pada menit ke-56
tampak seperti penegas dominasi. Pada saat itu,
kemenangan terlihat hampir pasti berada di tangan tim tamu.
Namun alih-alih mempertahankan intensitas serangan,
Arsenal justru menurunkan tempo dan kehilangan kontrol permainan.
Gol spektakuler Hugo Bueno membangkitkan semangat tuan rumah
sekaligus memicu tekanan balik.
Setelah unggul dua gol, Arsenal hanya menambah dua percobaan tembakan.
Penguasaan bola pun menjadi lebih seimbang,
sementara akurasi operan mereka di babak kedua menurun hingga 75,1 persen.
Langkah Arsenal Tertahan, Kesalahan Kecil Berujung Hukuman Besar
Penurunan performa terlihat jelas dari distribusi bola kiper David Raya.
Pada paruh kedua pertandingan, ia lebih sering mengirim umpan panjang,
indikasi meningkatnya tekanan dari lawan.
Meski Wolves hanya mencatat lima tembakan dengan total 0,29 expected goals,
dua peluang tepat sasaran mereka berakhir menjadi gol penentu hasil akhir.
Gol penyama kedudukan terjadi akibat miskomunikasi
antara Raya dan Gabriel Magalhaes, memperlihatkan rapuhnya fokus
Arsenal di momen krusial. Situasi seperti ini menunjukkan
betapa tipisnya margin kesalahan di level tertinggi.
Dalam tujuh laga liga terakhir, Arsenal hanya meraih dua kemenangan.
Mereka juga kehilangan keunggulan saat menghadapi Manchester United,
Brentford, dan Wolves.
Sepanjang tahun 2026, hanya Crystal Palace dan West Ham yang
mencatat kehilangan poin lebih banyak dari posisi unggul dibanding Arsenal.
Catatan tersebut sangat kontras dengan awal musim
ketika mereka selalu menang setelah mencetak gol pertama.
Ketenangan dan kontrol permainan yang dulu menjadi kekuatan utama
perlahan memudar. Beban penantian panjang tanpa gelar liga selama 22 tahun
tampaknya mulai memengaruhi mentalitas tim.
Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah Premier League,
tim yang memulai hari di posisi terbawah klasemen mampu menghindari
kekalahan setelah tertinggal dua gol dari pemuncak klasemen.
Bagi Arsenal yang dipenuhi pemain berkualitas,
hasil ini jelas menjadi sinyal peringatan serius Tuna55 dalam perburuan gelar.

Leave a Reply