Lammens Tegaskan Peran Penting Sesko Usai Gol Dramatis 90+6– Manchester
United melakoni laga tandang ke markas West Ham United pada pekan ke-26
Liga Inggris 2025/2026 di London Stadium,
Rabu (11/02/2026). Pertandingan ini menjadi ujian krusial bagi skuad asuhan
Michael Carrick yang sedang berusaha mempertahankan tren positif mereka.
Sepanjang laga, Setan Merah terlihat lebih menguasai bola dan mengendalikan
ritme permainan. Namun dominasi tersebut tidak sepenuhnya diikuti dengan
jumlah peluang bersih yang mampu mereka hasilkan.
Tuan rumah justru berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui Tomas
Soucek pada menit ke-50. United akhirnya terhindar dari kekalahan setelah
Benjamin Sesko mencetak gol penyama kedudukan di menit 90+6
lewat momen dramatis di masa injury time.
Dampak Instan Sesko dari Bangku Cadangan
Menariknya, Sesko kembali mengawali pertandingan sebagai pemain pengganti
sebelum akhirnya tampil sebagai penyelamat tim.
Situasi ini memunculkan sorotan tersendiri, termasuk respons sang striker
dan komentar dari rekan setimnya, Senne Lammens.
Carrick memasukkan penyerang asal Slovenia itu pada menit ke-69
untuk menambah daya gedor. Pergantian tersebut terbukti jitu karena
Sesko sukses mencetak gol penyeimbang di saat-saat terakhir pertandingan.
Catatan ini menandai lima laga beruntun di era Carrick di mana Sesko
memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Meski bukan pilihan utama sejak awal, kontribusinya tetap signifikan termasuk
saat mencetak gol kemenangan dramatis dalam laga 3-2
kontra Fulham sebelumnya.
Didatangkan dari RB Leipzig dengan nilai transfer besar,
Sesko sempat menjalani periode adaptasi yang kurang mulus.
Namun performanya kini menanjak,
terbukti dari koleksi lima gol dalam enam penampilan terakhir bersama United.
Penilaian Lammens dan Evaluasi Performa Tim
Senne Lammens menegaskan bahwa status cadangan tidak mengurangi
peran penting Sesko di dalam skuad.
Menurutnya, sang striker tetap memberikan dampak besar baik
sebagai starter maupun supersub.
“Sejujurnya, ia sama saja sepanjang musim,
baik saat bermain sejak awal maupun tidak.
Saya pikir ia tahu betapa pentingnya ia bagi kami,
bahkan ketika tidak menjadi starter,” ujarnya kepada Manchester Evening News.
“Ia seperti hari ini dan saat melawan Fulham. akhirnya juga ketika kami telah
dalam membutuhkan sebuah gol, kami selalu saja bisa untuk mengandalkannya.
Itulah sebabnya ia penting. Saya rasa ia melakukan tugasnya dengan baik,
dan jika ia bermain sejak awal pun ia pasti akan melakukan hal yang sama.
Menyenangkan bisa mengandalkannya dalam dua situasi tersebut,” lanjutnya.
Dari sisi statistik, Manchester United mencatatkan 10 tembakan sepanjang
pertandingan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang.
Meski demikian, penyelesaian akhir masih menjadi masalah,
khususnya di babak pertama ketika peluang berkualitas minim tercipta.
West Ham tampil rapi dan disiplin dalam bertahan sehingga mampu meredam
sebagian besar tekanan tim tamu.
Gol Soucek di awal babak kedua bahkan sempat menempatkan Carrick di
ambang kekalahan pertamanya sejak dipercaya sebagai pelatih interim.
Gol telat Sesko akhirnya memastikan Carrick tetap belum tersentuh kekalahan.
Meski berhasil membawa pulang satu poin,
hasil imbang ini tetap menyisakan rasa kurang puas bagi kubu United.
Lammens pun mengakui timnya belum tampil maksimal.
“Masih sedikit kecewa karena kami tidak bermain seperti seharusnya,
terutama di babak pertama. Kami tidak menciptakan banyak peluang.
Kami harus lebih tajam saat menguasai bola dan menciptakan
kesempatan Tuna55. Memang mencetak gol di akhir dan mendapat
satu poin terasa lebih baik, tapi secara keseluruhan rasanya
tetap agak mengecewakan,” tutupnya.

Leave a Reply