Klarifikasi Pelatih Dewa United setelah Ivar Jenner Tiba-tiba MenghilangPelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, akhirnya buka suara terkait absennya Ivar Jenner dalam laga pekan ke-23 Super League 2025/2026. Ketidakhadiran gelandang muda tersebut sempat memunculkan tanda tanya di kalangan suporter, terutama karena Ivar merupakan salah satu pemain kunci di lini tengah Banten Warriors musim ini.

Pada pertandingan yang digelar Kamis (26/2/2026), Dewa United sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang. Meski berhasil membawa pulang tiga poin penting, publik menyoroti absennya beberapa nama utama seperti Ivar Jenner, Taisei Marukawa, dan Alexis Messidoro.

Absennya tiga pemain tersebut memunculkan spekulasi bahwa Dewa United tengah mempersiapkan skuad terbaiknya untuk menghadapi agenda besar di level Asia. Seperti diketahui, Dewa United kini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan di ajang AFC Challenge League (ACGL) 2025/2026. Ambisi untuk melangkah sejauh mungkin di kompetisi tersebut membuat manajemen dan tim pelatih harus berhitung cermat soal kondisi fisik pemain.

Rotasi Pemain Jadi Alasan Utama Ivar Jenner Absen

Riekerink menegaskan bahwa Ivar Jenner sebenarnya dalam kondisi fit dan tidak mengalami cedera apa pun. Keputusan untuk tidak memasukkan namanya ke dalam skuad murni karena pertimbangan taktis dan kebutuhan rotasi pemain.

“Tidak, saya pikir hari ini dia tidak di dalam tim. Laga selanjutnya kemungkinan dia ada,” ujar Riekerink, seperti dilansir dari kanal YouTube resmi Dewa United.

Pelatih asal Belanda itu menjelaskan bahwa jadwal padat menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan tersebut. Dalam waktu berdekatan, Dewa United harus menghadapi laga domestik dan pertandingan penting di Asia, termasuk duel melawan klub Filipina, Manilla Digger, pada 5 dan 12 Maret mendatang.

Selain laga kontra Manilla Digger, Dewa United juga dijadwalkan bertemu Bhayangkara FC pada akhir pekan serta menghadapi Persija Jakarta pada 15 Maret. Padatnya jadwal tersebut membuat staf pelatih harus pintar mengatur menit bermain agar kondisi pemain tetap prima.

Dewa United Fokus Jaga Kondisi Jelang Laga Penting di Asia

Riekerink pun mengapresiasi langkah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang telah membantu melakukan penyesuaian jadwal. Awalnya, pertandingan melawan Persija berada di antara dua laga penting melawan Manilla Digger, yang tentu berpotensi menguras tenaga pemain.

“Federasi sudah membantu kita karena kita sebenarnya ada pertandingan melawan Persija di antara pertandingan lawan Manilla Digger. Kita harus mengambil pertandingan melawan Persija pada tanggal 15 Maret, jadi mereka membantu kita dengan penyesuaian jadwal,” jelasnya.

Meski demikian, Riekerink mengakui tantangan terbesar bukan hanya soal jadwal domestik, tetapi juga perjalanan tandang ke Filipina. Dalam kurun delapan hari, Dewa United harus melakoni tiga pertandingan dengan intensitas tinggi sebelum terbang ke Manila. Situasi tersebut memaksa tim pelatih melakukan rotasi demi menjaga kebugaran para pemain inti.

“Sebenarnya kita berharap pertandingan melawan Bhayangkara bisa dijadwal ulang. Karena kita harus melewati tiga pertandingan dengan jarak pendek dalam delapan hari dan selanjutnya harus ke Manilla. Jadi kita harus melakukan rotasi pemain,” ungkapnya.

Keputusan untuk mengistirahatkan Ivar Jenner dan beberapa pemain kunci lainnya bisa dipahami sebagai langkah strategis. Riekerink tampaknya tak ingin mengambil risiko kehilangan pemain andalan Tuna55 akibat kelelahan atau cedera menjelang laga krusial di level Asia.

Sebagai wakil terakhir Indonesia di AFC Challenge League musim ini, Dewa United memang memikul beban besar. Harapan publik tertuju pada mereka untuk mengangkat prestasi klub Indonesia di pentas kontinental. Oleh sebab itu, manajemen kebugaran pemain menjadi aspek krusial dalam menentukan hasil akhir.

Dengan rotasi yang tepat dan dukungan penuh dari federasi serta operator liga, Dewa United optimistis bisa menjaga keseimbangan antara performa di kompetisi domestik dan ambisi di Asia. Klarifikasi dari Riekerink pun menegaskan bahwa absennya Ivar Jenner bukan karena masalah internal atau cedera, melainkan bagian dari strategi jangka pendek demi tujuan yang lebih besar.

Kini, perhatian tertuju pada laga selanjutnya. Apakah Ivar Jenner akan kembali masuk skuad dan memperkuat lini tengah? Semua bergantung pada kebutuhan tim dan kesiapan fisik sang pemain. Yang jelas, Dewa United tengah menyusun langkah matang demi menjaga asa di dua kompetisi sekaligus.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *