Hogh Dominan di Lapangan, Inter Kewalahan – Kasper Hogh pantas dinobatkan
sebagai man of the match dalam duel Bodo/Glimt vs Inter Milan setelah tampil
luar biasa dan berperan besar dalam kemenangan timnya. Secara mengejutkan,
wakil Norwegia itu sukses menaklukkan Inter dengan skor meyakinkan 3-1 pada
leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026, Kamis (19/2/2026),
di Aspmyra Stadion.
Laga ini semula diprediksi berlangsung ketat karena perbedaan pengalaman
kedua tim di kompetisi Eropa. Namun kenyataannya, Inter justru kesulitan
mengimbangi intensitas permainan tuan rumah yang tampil disiplin sekaligus
efektif dalam memanfaatkan peluang.
Gol pembuka dicetak Sondre Brunstad Fet pada menit ke-20 sebelum Inter
sempat menyamakan kedudukan lewat Francesco Pio Esposito di menit ke-30.
Memasuki babak kedua, Bodo/Glimt kembali mengambil alih kendali melalui gol
Jens Petter Hauge (61’) dan Kasper Hogh (64’).
Efektivitas Serangan Balik Jadi Pembeda
Sepanjang pertandingan, Inter mencoba mendominasi dengan pengalaman serta
tekanan bertahap. Namun strategi tersebut tidak cukup efektif menghadapi
permainan cepat Bodo/Glimt yang mengandalkan serangan balik tajam.
Skema transisi cepat tim tuan rumah berkali-kali merepotkan lini pertahanan
Nerazzurri. Dalam beberapa momen, pertahanan Inter terlihat kesulitan menutup
ruang, sehingga Bodo/Glimt mampu menciptakan peluang berbahaya meski tidak
menguasai bola secara dominan.
Pendekatan taktik itu terbukti menjadi faktor penentu kemenangan. Bodo/Glimt
tampil klinis, memaksimalkan peluang terbatas menjadi gol,
sementara Inter gagal mengonversi tekanan menjadi hasil nyata.
Performa Efisien Hogh Dominan yang Menentukan
Sorotan utama laga ini tentu tertuju pada Kasper Hogh. Striker berusia 25 tahun
itu bermain sebagai ujung tombak tunggal dan menjadi pemain paling menonjol
di lapangan. Ia terlibat langsung dalam ketiga gol timnya
melalui kontribusi dua assist dan satu gol.
Menariknya, Hogh tampil sangat efisien. Ia hanya melepaskan dua tembakan dan
delapan umpan akurat sepanjang laga, tetapi setiap sentuhannya memberikan
dampak signifikan. Total ia mencatat 22 sentuhan bola angka yang relatif kecil
untuk seorang striker—namun tetap mampu menghasilkan kontribusi maksimal.
Statistik impresif tersebut membuatnya mendapat rating 9 dari FotMob,
tertinggi di antara seluruh pemain di pertandingan itu. Penampilan ini
menegaskan kualitas Hogh sebagai penyerang yang tajam, efektif,
dan mampu memanfaatkan peluang Tuna55 sekecil apa pun.
Susunan Pemain (Diacak)
Bodo/Glimt (4-3-3): Patrick Berg; Jens Petter Hauge; Nikita Haikin; Fredrik Bjorkan; Ole Didrik Blomberg; Odin Bjortuft; Hakon Evjen; Kasper Hogh; Sondre Fet; Jostein Gundersen; Fredrik Sjovold.
Inter (3-5-2): Henrikh Mkhitaryan; Alessandro Bastoni; Yann Sommer; Lautaro Martinez; Matteo Darmian; Nicolo Barella; Francesco Acerbi; Petar Sucic; Carlos Augusto; Francesco Pio Esposito; Manuel Akanji.

Leave a Reply