Empat Gol Tanpa Balas! Ryerson Jadi Sorotan – Borussia Dortmund tampil

trengginas di hadapan pendukungnya sendiri setelah menghajar Mainz

dengan skor telak 4-0. Tim besutan Niko Kovac menunjukkan performa luar biasa

dan memanfaatkan setiap celah pertahanan lawan dengan efisiensi mematikan.

Dortmund Menggila di Kandang, Mainz Tak Berkutik

Kemenangan besar ini terasa semakin istimewa berkat aksi sensasional

Julian Ryerson. Bek sayap asal Norwegia itu tampil luar biasa dan menjadi

mimpi buruk bagi lini belakang Mainz sejak awal pertandingan.

Laga pekan ke-22 Bundesliga di Westfalenstadion ini benar-benar menegaskan

dominasi Die Schwarzgelben yang bermain agresif dan klinis sepanjang laga.

Bagi Mainz, hasil ini menjadi pukulan keras setelah sebelumnya mereka berhasil

keluar dari zona degradasi.

Padahal tim tamu sempat mengawali laga dengan percaya diri dan hampir

mencetak gol lebih dulu melalui tembakan keras Jae-Sung Lee

yang berhasil digagalkan Gregor Kobel.

Namun peluang emas itu justru menjadi titik balik. Pada menit ke-10,

Ryerson mengirim tendangan bebas akurat yang disundul Serhou Guirassy

untuk membuka skor. Tak lama kemudian, umpan silang presisinya kembali

berbuah gol saat Maximilian Beier dengan mudah menanduk bola ke gawang.

Mainz sempat mencoba bangkit, tetapi peluang Silas melenceng jauh,

sementara gol Silvan Widmer dianulir karena offside tipis.

Sebelum jeda, Ryerson kembali mencatatkan assist lewat sepak pojok

melengkung yang disambut Guirassy untuk mencetak gol keduanya

dan membawa Dortmund unggul 3-0 saat turun minum.

Ryerson Jadi Sorotan dan Dominasi Statistik

Penampilan gemilang Ryerson tak hanya menentukan jalannya laga,

tetapi juga mencatatkan sejarah. Menurut data Opta, ia menjadi pemain

Dortmund pertama sejak musim 2004/2005 yang mampu membukukan

tiga assist dalam satu babak pertandingan.

Dominasi di sisi sayap terlihat jelas dari total 16 umpan silang yang ia

lepaskan jumlah yang bahkan melampaui total crossing seluruh pemain Mainz.

Memasuki babak kedua, kiper Mainz Daniel Batz dipaksa bekerja keras

menahan gempuran. Penjaga gawang berusia 35 tahun itu beberapa kali

melakukan penyelamatan penting dari peluang Felix Nmecha,

Jobe Bellingham, dan Beier sehingga skor tidak langsung bertambah.

Secara statistik, Mainz sebenarnya mampu menciptakan ancaman

dengan nilai expected goals mencapai 1,43.

Namun buruknya penyelesaian akhir membuat semua peluang

tersebut terbuang percuma.

Penderitaan tim tamu akhirnya lengkap ketika pertandingan memasuki

menit-menit akhir. Umpan tarik Ryerson menciptakan kepanikan di kotak

penalti yang berujung gol bunuh diri Dominik Kohr,

memastikan kemenangan telak Dortmund.

Tambahan tiga poin ini menjadi kemenangan keenam beruntun

bagi Dortmund sekaligus memangkas jarak menjadi hanya

tiga poin dari Bayern Munchen di puncak klasemen Tuna55 Bundesliga.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *