Duet Bintang: Donovan Mitchell dan James Harden Siap Mengguncang NBA

Cleveland Cavaliers menyatukan Donovan Mitchell dengan James Harden setelah

mendatangkan mantan MVP NBA itu dari Los Angeles Clippers.

Sejak Harden melakoni debut melawan Sacramento Kings,

tim langsung mencatat rekor sempurna 3-0.

Mitchell pun menyambut positif langkah manajemen dan mengungkapkan bahwa

ia sudah menjalin komunikasi langsung dengan Harden.

Duet Bintang, Adaptasi Cepat dan Jawaban untuk Kritik

Donovan Mitchell akhirnya angkat bicara soal kedatangan James Harden

ke Cavaliers dalam wawancara bersama Marc J. Spears dari Andscape.

Ia menanggapi keraguan sejumlah pengamat yang menilai keduanya sulit cocok

karena sama-sama pemain yang dominan memegang bola.

Mitchell justru melihat peluang besar dari kerja sama ini dan bertekad

membuktikan anggapan tersebut keliru.

Baginya, fokus utama bukan soal siapa yang lebih menonjol,

melainkan bagaimana tim bisa meraih gelar juara.

Ia menilai hubungan profesional yang sehat akan membantu mereka mencapai

tujuan bersama sekaligus menunjukkan karakter keduanya sebagai pemain

yang siap berkorban demi kemenangan.

Mitchell juga mengungkapkan bahwa Harden sudah lebih dulu mengajaknya

berdiskusi, sesuatu yang menurutnya sangat penting di tahap awal kolaborasi.

Harden memahami bahwa kehadirannya di Cleveland adalah untuk mendukung

Mitchell dan memperkuat tim, bukan lagi memikul tanggung jawab utama seperti

saat membela Houston Rockets.

Dampak Awal Harden dan Tantangan Jadwal Berat

Menurut Mitchell, komunikasi terbuka menjadi kunci agar mereka bisa bermain

selaras. Ia menekankan pentingnya saling memberi masukan, memahami peran

masing-masing, dan bekerja sama demi satu tujuan: memenangkan

pertandingan, apa pun caranya.

Sejauh ini, chemistry keduanya terlihat menjanjikan. Hal tersebut membuat

banyak pihak penasaran apakah duet bintang ini mampu membawa Cavaliers

melaju jauh dan menutup musim reguler di posisi terbaik klasemen.

Musim lalu, Cleveland sebenarnya menorehkan rekor terbaik di Wilayah Timur,

tetapi langkah mereka terhenti di semifinal konferensi setelah kalah dari Indiana

Pacers yang sedang dalam performa puncak. Demi meningkatkan peluang musim

ini, Cavaliers rela melepas Darius Garland serta satu pilihan draft putaran kedua

untuk mendapatkan Harden sebelum batas waktu pertukaran pemain.

Kontribusi Harden langsung terasa. Dalam tiga laga awalnya bersama Cavs,

ia mencatat rata-rata 19,3 poin, 5,3 rebound, dan 8,7 assist.

Tiga kemenangan beruntun diraih Cleveland atas Sacramento Kings,

Denver Nuggets, dan Washington Wizards saat ia bermain.

Setelah jeda All-Star, Cavaliers akan langsung menghadapi jadwal berat.

Mereka dijadwalkan melawan Brooklyn Nets, kemudian bertandang ke markas

Charlotte Hornets dan Oklahoma City Thunder, sebelum kembali ke kandang

untuk menjamu New York Knicks.

Rangkaian pertandingan ini akan menjadi ujian awal

apakah kombinasi Mitchell-Harden benar-benar mampu mengangkat

performa Tuna55 ke level berikutnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *