Dominasi Thailand di Kompetisi AFC, Malaysia Lampaui Indonesia – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi merilis pembagian slot peserta untuk kompetisi antarklub musim 2026/2027. Hasilnya menghadirkan peta kekuatan baru di kawasan Asia Tenggara, di mana Thailand muncul sebagai negara dengan jumlah wakil terbanyak di turnamen antarklub Asia. Jumlah tersebut bahkan melampaui kuota yang dimiliki Indonesia, sekaligus menegaskan posisi Thailand sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola kawasan.
Saat ini AFC menggelar tiga jenjang kompetisi antarklub yang menjadi panggung bagi klub-klub terbaik Asia. Level tertinggi adalah AFC Champions League Elite (ACL Elite), kompetisi paling prestisius yang setara dengan Liga Champions Eropa. Di bawahnya terdapat AFC Champions League Two (ACL 2), yang dapat disamakan dengan UEFA Europa League. Sementara kasta ketiga adalah AFC Challenge League (ACGL), kompetisi bagi klub dari liga berkembang, mirip dengan UEFA Conference League.
Distribusi Kuota AFC 2026/2027: Thailand Pimpin Wakil ASEAN
Dalam pembagian slot terbaru, Thailand menjadi negara Asia Tenggara dengan representasi terbanyak. Liga Thailand memperoleh total empat jatah tim untuk tampil di kompetisi Asia. Komposisinya terdiri dari dua klub langsung masuk fase grup ACL Elite, satu klub harus melewati babak play-off ACL Elite, serta satu tim mendapat tiket langsung ke ACL 2. Jumlah empat wakil ini menempatkan Thailand sejajar dengan kekuatan besar Asia seperti Jepang dan Korea Selatan dalam hal kuota peserta.
Di bawah Thailand, terdapat beberapa negara yang memperoleh jatah dua tim dengan bobot kompetisi yang relatif setara. Malaysia termasuk di antaranya, dengan komposisi satu tiket otomatis ke ACL Elite dan satu tiket langsung ke ACL 2. Distribusi ini membuat Malaysia memiliki akses lebih tinggi ke kompetisi level atas dibandingkan sebagian negara ASEAN lain, termasuk Indonesia.
Vietnam, Singapura, dan Kamboja berada dalam kelompok berikutnya dengan skema slot yang sama. Ketiga negara tersebut masing-masing memperoleh satu tempat langsung di ACL 2 serta satu tiket play-off untuk kompetisi yang sama. Meski jumlah wakilnya tidak sebanyak Thailand, distribusi ini menunjukkan bahwa performa klub dari negara-negara tersebut masih dianggap kompetitif di level Asia.
Prestasi Klub Dongkrak Slot Indonesia untuk Musim 2027/2028
Sementara itu, Indonesia memiliki jumlah wakil yang sama dengan Filipina, yakni dua klub. Namun, jalur yang diperoleh berbeda dari Malaysia maupun Thailand. Indonesia hanya mendapatkan satu tiket play-off ACL 2 dan satu tiket play-off ACGL. Artinya, kedua wakil tersebut masih harus melewati fase kualifikasi sebelum bisa tampil di fase utama kompetisi Asia.
Jika melihat klasemen kompetisi domestik saat ini, posisi dua besar Super League Indonesia diproyeksikan menjadi penentu wakil nasional. Persib Bandung yang memimpin klasemen berpeluang mengisi slot play-off ACL 2, sedangkan Persija Jakarta sebagai runner-up berpotensi menempati tiket play-off ACGL. Namun, status tersebut tetap bergantung pada hasil akhir kompetisi domestik serta verifikasi lisensi klub dari AFC.
Meski saat ini kuota Indonesia belum sebesar Thailand atau Malaysia, ada kabar positif bagi perkembangan sepak bola nasional. AFC memastikan bahwa distribusi slot akan mengalami perubahan pada musim 2027/2028. Indonesia dijadwalkan memperoleh peningkatan jatah menjadi dua tiket langsung ke ACL 2. Kenaikan ini merupakan penghargaan atas performa klub-klub Indonesia di kompetisi Asia dalam beberapa musim terakhir.
Dalam pernyataan resminya, AFC menegaskan bahwa peningkatan peringkat Indonesia tidak lepas dari kontribusi klub yang tampil impresif di turnamen Asia. Prestasi Persib Bandung di fase grup ACL Two serta pencapaian Dewa United FC di kompetisi ACGL disebut sebagai faktor penting yang mendongkrak posisi Indonesia dalam ranking federasi klub Asia.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa konsistensi performa klub di level internasional sangat berpengaruh terhadap jumlah slot negara di kompetisi AFC. Semakin baik prestasi klub dalam beberapa musim, semakin besar pula peluang federasi Tuna55 mendapatkan tambahan jatah wakil di masa depan. Hal inilah yang selama ini membuat negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan kini Thailand mampu mempertahankan kuota tinggi.
Persaingan di kawasan Asia Tenggara pun diprediksi akan semakin ketat. Negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, dan Indonesia kemungkinan akan terus berupaya meningkatkan kualitas liga domestik serta prestasi klub agar bisa menambah jatah peserta. Dengan sistem evaluasi koefisien yang diterapkan AFC, setiap kemenangan klub di kompetisi Asia memiliki dampak langsung terhadap peringkat nasional.
Secara keseluruhan, rilis kuota terbaru AFC bukan hanya sekadar pembagian slot turnamen, tetapi juga gambaran nyata peta kekuatan sepak bola Asia saat ini. Thailand memimpin kawasan ASEAN dari sisi representasi klub, Malaysia unggul dalam akses kompetisi level atas, sementara Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang menjanjikan.
Jika klub-klub Indonesia mampu mempertahankan performa positif di Asia, bukan tidak mungkin jumlah wakil Merah Putih akan terus bertambah dalam beberapa musim mendatang.

Leave a Reply