Bastoni Akui Khilaf Terkait Insiden Kartu Merah Kalulu– Alessandro Bastoni
menjadi perhatian publik setelah pertandingan Inter Milan kontra Juventus.
Bek Nerazzurri itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf terkait
caranya merayakan kartu merah pemain lawan dalam laga tersebut.
Kontroversi Derby d’Italia dan Klarifikasi Bastoni
Pertandingan panas Serie A yang dikenal sebagai Derby d’Italia itu berakhir
dramatis dengan kemenangan 3-2 untuk Inter,
berkat gol penentu Piotr Zielinski di menit ke-90.
Namun sorotan utama justru tertuju pada insiden kartu merah Pierre Kalulu
di babak pertama, yang memicu perdebatan karena Bastoni dituduh
melakukan aksi berlebihan saat terjatuh.
Tak hanya menuai kritik, Bastoni juga mengungkap dirinya menerima
ancaman serius setelah pertandingan.
Ia bahkan menyampaikan simpati kepada wasit Federico La Penna
yang turut menjadi sasaran tekanan publik.
Menjelang laga Liga Champions, Bastoni akhirnya buka suara dalam konferensi
pers bersama Cristian Chivu sebelum menghadapi Bodo/Glimt.
Ia mengatakan sengaja menunggu beberapa hari untuk mengevaluasi kejadian
tersebut secara tenang. Bek timnas Italia itu menegaskan bahwa penyesalannya
bukan karena insiden kontak di lapangan,
melainkan reaksi selebrasinya setelah keputusan wasit.
Ia mengakui merasakan kontak pada lengannya, yang saat ditinjau ulang memang
terlihat berlebihan. Karena itu ia merasa perlu bertanggung jawab secara
terbuka. Baginya, setiap orang bisa melakukan kesalahan,
tetapi yang terpenting adalah berani mengakuinya.
Insiden Kartu Merah, Dan Reaksi Publik
Insiden tersebut memicu respons luas dari publik dan media.
Bahkan, ada pihak yang menuntut agar Bastoni dicoret dari skuad tim nasional
Italia. Ia menilai situasi berkembang jauh di luar dugaan,
dengan banyak komentar bernada keras bermunculan setelah laga.
Bastoni menyatakan tidak menyangka reaksinya akan memicu kegaduhan
sebesar itu. Ia juga menyinggung adanya sikap berlebihan dari sebagian orang,
meski tetap berterima kasih kepada mereka yang mengkritiknya secara wajar
tanpa melewati batas.
Saat ditanya mengapa klarifikasi baru disampaikan beberapa hari kemudian,
Bastoni menegaskan bahwa dirinya secara pribadi tidak terlalu terpengaruh.
Ia merasa sudah terbiasa menghadapi sorotan publik,
apalagi pihak klub juga telah memberikan penjelasan resmi.
Namun ia mengaku sedih karena keluarganya, terutama istri dan anaknya,
ikut menerima ancaman serius. Ia juga menyampaikan empati kepada wasit
yang mungkin tidak terbiasa menghadapi tekanan sebesar itu.
Secara mental, Bastoni menegaskan kondisinya tetap stabil.
Ia bahkan menyinggung kejadian serupa saat Inter menghadapi Liverpool
musim ini, di mana ia merasa perlakuan publik terhadap kasusnya jauh lebih
keras dibanding pemain lain seperti Florian Wirtz dalam situasi berbeda.
Bek berusia 25 tahun itu menutup pernyataannya dengan menegaskan kesiapan
kembali bermain. Ia memastikan tidak mengalami gangguan fisik
maupun mental dan justru semakin termotivasi untuk segera
kembali ke lapangan dan membantu tim Tuna55.

Leave a Reply