Ibu Kylian Mbappé Dapat Gaji Lebih Tinggi dari 7 Pemain Real Madrid, Mengapa Bisa Begitu? – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Eropa. Ibu sekaligus agen dari bintang Prancis, Kylian Mbappé, disebut menerima pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan gaji tujuh pemain Real Madrid. Informasi ini langsung menarik perhatian publik karena jarang terjadi seorang agen—bahkan yang masih keluarga—memiliki pemasukan melampaui sejumlah pemain dalam satu skuad elite.
Fayza Lamari, nama ibu Mbappé, memang bukan sekadar orang tua biasa. Ia berperan sebagai agen yang mengelola karier, kontrak, serta aktivitas komersial sang pemain. Dalam dunia sepak bola modern, agen memiliki posisi strategis karena mereka terlibat langsung dalam negosiasi kontrak bernilai sangat besar.
Situasi ini menjadi semakin menarik karena terjadi di klub sebesar Real Madrid, yang dikenal memiliki struktur gaji pemain yang ketat dan kompetitif. Namun, besarnya nilai kontrak Mbappé membuat ekosistem finansial di klub tersebut ikut berubah.
Peran Agen yang Sangat Sentral Ibu Kylian Mbappé
Fayza Lamari dilaporkan memperoleh sekitar 4,5 juta euro per tahun sebagai imbalan atas pekerjaannya mengelola karier Mbappé. Pendapatan tersebut berasal dari kesepakatan profesional antara pemain dan agennya, bukan dari gaji klub secara langsung.
Sebagai agen, Lamari menangani berbagai aspek penting, mulai dari kontrak olahraga, hak citra (image rights), hingga kerja sama komersial. Peran ini membuatnya memiliki pengaruh besar dalam perjalanan karier Mbappé, termasuk dalam proses transfer besar ke Real Madrid.
Besarnya pemasukan tersebut bahkan disebut melampaui gaji beberapa pemain Real Madrid seperti Brahim Díaz, Fran García, Arda Güler, hingga Andriy Lunin. Hal ini menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai komersial seorang superstar global dengan pemain pelapis atau talenta muda dalam tim.
Mengapa Pendapatannya Bisa Lebih Tinggi?
Ada beberapa alasan mengapa ibu Mbappé bisa memperoleh bayaran lebih tinggi dibanding sebagian pemain Real Madrid. Pertama, Mbappé merupakan salah satu pesepak bola dengan nilai komersial terbesar di dunia, sehingga kontrak yang melibatkan dirinya juga bernilai sangat besar.
Kedua, Lamari disebut memiliki kesepakatan persentase dari pendapatan bersih Mbappé—sekitar 30 persen—setelah sebelumnya sempat menuntut porsi lebih besar. Skema seperti ini lazim dalam hubungan pemain dan agen, terutama jika agen berperan penuh dalam manajemen karier.
Ketiga, ia tidak hanya bertugas sebagai agen olahraga, tetapi juga mengelola bisnis, citra merek, dan kegiatan sosial keluarga Mbappé. Pengaruh yang luas tersebut membuat nilai jasanya meningkat, bahkan sebagian dana dialokasikan untuk kegiatan yayasan yang berfokus pada pendidikan dan anak muda.
Dampak bagi Real Madrid dan Dunia Sepak Bola
Perbedaan pendapatan antara agen dan beberapa pemain menimbulkan diskusi tentang keseimbangan struktur gaji di klub. Situasi ini dianggap sebagai bukti betapa besarnya “efek Mbappé” dalam aspek olahraga maupun finansial.
Bagi Real Madrid, kehadiran Mbappé memang membawa nilai komersial tinggi, tetapi juga menuntut pengelolaan ruang gaji agar tetap harmonis di dalam tim. Ketimpangan pendapatan bisa memicu dinamika baru dalam negosiasi kontrak pemain lain di masa depan.
Di sisi lain, fenomena ini mencerminkan perubahan sepak bola modern yang semakin dipengaruhi faktor bisnis dan branding. Agen bukan lagi sekadar perantara, melainkan mitra strategis yang ikut menentukan arah karier pemain bintang dunia.
Gaji tinggi yang diterima ibu Kylian Mbappé bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari perannya sebagai agen utama yang mengelola karier, bisnis, dan citra global sang pemain. Besarnya nilai komersial Mbappé membuat struktur pendapatan di sekitarnya ikut meningkat, bahkan melampaui gaji beberapa pemain Real Madrid. Fenomena ini menegaskan bahwa dalam sepak bola modern, kekuatan finansial dan manajemen karier sama pentingnya dengan performa di lapangan Tuna55.

Leave a Reply