5 Kandidat Presiden Barcelona Jelang Pemilu 2026: Siapa Yang Jadi Pemimpin Baru di Camp Nou? – Pemilu presiden FC Barcelona pada tahun 2026 menjadi salah satu momen penting yang akan menentukan arah masa depan klub raksasa Catalan tersebut. Dewan klub telah menetapkan bahwa pemungutan suara akan digelar pada 15 Maret 2026, bertepatan dengan akhir pekan pertandingan kandang di Camp Nou.
Pemilihan 5 Kandidat Presiden Barcelona ini bukan sekadar pergantian figur, tetapi juga penentuan strategi finansial, pembangunan stadion, hingga proyek olahraga jangka panjang. Presiden yang terpilih nantinya akan memimpin klub hingga periode berikutnya sesuai statuta yang berlaku.
Menariknya, pemilu kali ini menghadirkan sejumlah nama yang sudah dikenal publik sepak bola, baik dari internal klub maupun tokoh yang sebelumnya pernah mencalonkan diri. Persaingan diprediksi berlangsung ketat karena masing-masing kandidat membawa visi berbeda untuk masa depan Barcelona.
5 Kandidat Presiden Barcelona Joan Laporta: Petahana yang Ingin Melanjutkan Proyek
Nama pertama tentu saja Joan Laporta, presiden saat ini yang kembali mencalonkan diri untuk mempertahankan jabatannya. Ia sebelumnya kembali memimpin Barcelona sejak 2021 setelah klub mengalami krisis finansial dan manajemen.
Laporta dianggap sebagai kandidat terkuat karena dinilai berhasil menstabilkan kondisi ekonomi klub serta mendorong proyek renovasi Camp Nou yang diharapkan meningkatkan pemasukan di masa depan.
Di sisi olahraga, performa tim yang kompetitif di liga domestik dan Eropa juga menjadi nilai tambah bagi kampanyenya.
Namun, kritik tetap muncul terkait utang klub yang masih besar dan sejumlah keputusan manajemen yang dianggap kontroversial oleh oposisi.
Víctor Font: Penantang Utama dengan Agenda Reformasi
Kandidat kedua yang paling menonjol adalah Víctor Font, tokoh yang juga menjadi pesaing utama Laporta pada pemilu sebelumnya.
Font mengusung agenda reformasi struktur klub, termasuk perubahan tata kelola dan peningkatan transparansi. Ia bahkan menegaskan akan membangun sistem yang tidak bergantung pada satu figur saja dalam pengambilan keputusan.
Dalam kampanyenya, Font juga beberapa kali mengkritik gaya kepemimpinan Laporta serta menyoroti perlunya perencanaan jangka panjang yang lebih solid untuk Barcelona.
Xavier Vilajoana: Fokus pada Transparansi dan Identitas Klub
Nama berikutnya adalah Xavier Vilajoana, mantan pemain sekaligus mantan direktur klub yang diperkirakan ikut bertarung dalam pemilu 2026.
Vilajoana menekankan pentingnya transparansi dan menjaga model kepemilikan klub oleh anggota (socios), yang menjadi identitas khas Barcelona sebagai klub milik komunitas.
Visinya banyak menyoroti keseimbangan antara stabilitas finansial dan pelestarian nilai tradisional klub.
Marc Ciria: Membawa Gagasan Modernisasi Manajemen
Marc Ciria juga muncul sebagai kandidat potensial melalui gerakan yang menekankan modernisasi manajemen klub.
Ia menyoroti perlunya pembaruan sistem tata kelola agar Barcelona mampu beradaptasi dengan era industri sepak bola modern yang semakin kompetitif.
Fokus utama kamp Ciria adalah meningkatkan profesionalisme, efisiensi finansial, serta memperkuat posisi anggota sebagai pusat pengambilan keputusan.
Joan Camprubí: Figur yang Masih Menunggu Kepastian
Satu nama lain yang sempat disebut adalah Joan Camprubí, tokoh dari kelompok “Som un Clam”. Namun hingga tahap awal proses pemilu, status pencalonannya belum sepenuhnya dikonfirmasi.
Meski demikian, kehadirannya tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi peta dukungan suara di kalangan anggota klub.
Siapa Paling Berpeluang Memimpin Barcelona?
Secara umum, persaingan diprediksi mengerucut antara Laporta sebagai petahana dan Font sebagai penantang utama, mengingat keduanya memiliki basis dukungan terbesar sejak pemilu sebelumnya.
Namun, kehadiran kandidat lain seperti Vilajoana dan Ciria bisa memecah suara dan membuat hasil akhir lebih sulit diprediksi. Partisipasi anggota klub—yang jumlahnya mencapai ratusan ribu—akan menjadi faktor penentu siapa pemimpin baru di Camp Nou.
Pemilu 2026 bukan hanya soal pergantian presiden, tetapi juga tentang arah masa depan Barcelona: apakah melanjutkan proyek yang sudah berjalan atau melakukan perubahan besar dalam struktur dan strategi klub Tuna55. Hasilnya akan sangat menentukan posisi Barcelona di panggung sepak bola Eropa dalam beberapa tahun ke depan.

Leave a Reply