5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro Masa depan Casemiro mulai menjadi perbincangan hangat menjelang akhir musim 2025/26. Gelandang bertahan asal Brasil itu dipastikan akan meninggalkan Manchester United setelah empat musim penuh dinamika di Premier League. Dengan usianya yang memasuki pertengahan 30-an, Major League Soccer (MLS) disebut sebagai destinasi paling realistis berikutnya.

Di puncak kariernya, Casemiro merupakan fondasi lini tengah emas Real Madrid. Bersama raksasa Spanyol itu, ia mengoleksi lima gelar Liga Champions UEFA dan membentuk trio legendaris bersama Toni Kroos dan Luka Modric. Kepindahannya ke Inggris sempat dipandang sebagai langkah berani, namun performanya di United tidak selalu stabil, terutama ketika klub sedang mengalami fase transisi besar.

Periode Sulit Casemiro di Musim 2024/25

Musim 2024/25 menjadi periode yang sulit. Penampilannya menurun, sementara gaji mingguannya yang mencapai £375.000 memicu spekulasi bahwa ia akan segera dilepas. Namun, Casemiro membungkam kritik dengan kebangkitan impresif pada 2025/26. Hingga Februari 2026, ia mencetak lima gol di semua kompetisi dan kembali menjadi sosok penting di lini tengah Setan Merah.

Meski klub-klub Liga Pro Saudi dikabarkan tertarik, MLS dinilai lebih menarik secara gaya hidup dan kompetitif. Jejak bintang Asia Son Heung-min yang hijrah ke LAFC memperlihatkan bahwa liga Amerika kini menjadi magnet bagi pemain kelas dunia. Berikut lima klub MLS yang paling mungkin menjadi pelabuhan baru Casemiro.

  1. San Diego FC

San Diego FC tampil mengejutkan pada musim debutnya dengan melaju hingga final Wilayah Barat. Pelatih Mikey Varas diganjar kontrak jangka panjang atas kesuksesan tersebut. Namun, untuk naik level menjadi penantang gelar MLS Cup, mereka membutuhkan figur bintang di lini tengah.

Casemiro akan menjadi tandem ideal bagi Jeppe Tverskov. Selain pengalaman elite Eropa, ia membawa kepemimpinan dan mental juara. San Diego juga memiliki peluang membuka slot Designated Player setelah melepas Hirving Lozano, sehingga secara finansial transfer ini sangat memungkinkan. Kedatangannya bisa menjadi langkah transformasional bagi klub ekspansi tersebut.

  1. New York City FC

Membayangkan Casemiro mengenakan jersey biru muda mungkin terasa asing, tetapi NYCFC dikenal piawai memaksimalkan gelandang top. Pada musim 2025, mereka memainkan berbagai variasi formasi defensif dengan fleksibilitas tinggi.

Kepergian Justin Haak ke LA Galaxy meninggalkan lubang di lini tengah bertahan. Casemiro bisa mengisi peran itu, bahkan dimainkan sedikit lebih maju sebagai gelandang box-to-box berpengalaman. Apalagi, klub bersiap menyambut era baru dengan stadion Etihad Park pada 2027. Sosok sekaliber Casemiro dapat menjadi wajah proyek ambisius tersebut.

  1. Columbus Crew

Columbus Crew menjalani masa transisi setelah Henrik Rydström menggantikan Wilfried Nancy. Pelatih anyar itu membawa pendekatan taktis berbeda dan membutuhkan pemain berpengalaman untuk menstabilkan tim.

Casemiro dapat mengisi peran sentral di formasi 4-4-2, menggantikan fungsi Darlington Nagbe sebagai pengatur tempo dengan sentuhan defensif lebih kuat. MLS dikenal memiliki tempo permainan lebih lambat dibanding Eropa, sesuatu yang bisa menguntungkan Casemiro di fase akhir kariernya. Walau mungkin tidak datang sebagai Designated Player, pengalaman dan visinya akan sangat berharga bagi Columbus.

  1. Austin FC

Austin FC memiliki fleksibilitas finansial serta ambisi besar untuk bersaing di papan atas. Klub baru saja melepas Osman Bukari ke Widzew Lodz dengan nilai transfer signifikan, memberi ruang dalam struktur gaji.

Casemiro bisa menggantikan Ilie Sánchez sebagai jangkar lini tengah. Austin kerap menggunakan formasi 3-4-3 atau 4-4-2, tetapi lini tengah mereka terlihat rapuh saat playoff terakhir. Kehadiran gelandang Brasil itu akan memberi keseimbangan, pengalaman, serta mentalitas juara yang sangat dibutuhkan dalam laga-laga krusial.

  1. Inter Miami CF

Inter Miami mungkin menjadi opsi paling glamor. Klub ini baru saja menjuarai MLS Cup 2025 sekaligus ditinggal pensiun Sergio Busquets. Rodrigo De Paul memang sudah direkrut, tetapi Casemiro bisa menjadi penerus alami Busquets sebagai pelindung lini belakang.

Meski slot Designated Player saat ini terisi, rumor menyebut Miami tetap membuka peluang. Bahkan, Casemiro dikabarkan sempat mengunjungi kawasan South Florida bersama istrinya. Jika transfer ini terwujud, ia akan bermain satu tim dengan Lionel Messi—setelah bertahun-tahun menjadi rival sengit di El Clasico. Kombinasi tersebut akan menjadi daya tarik besar bagi MLS secara global.

Menuju Babak Baru

Apapun pilihannya, kepindahan Casemiro ke MLS akan menjadi salah satu transfer paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Ia tidak hanya membawa reputasi Tuna55 sebagai juara Eropa lima kali, tetapi juga mentalitas kompetitif yang dapat mengangkat standar tim mana pun.

MLS kini bukan sekadar liga pensiun. Dengan infrastruktur modern, proyek ambisius, dan daya tarik global yang meningkat, kompetisi ini menawarkan panggung ideal bagi bintang yang ingin tetap bersinar tanpa tekanan ekstrem Eropa. Bagi Casemiro, Amerika bisa menjadi babak baru—tempat ia menutup karier dengan elegan sekaligus tetap relevan di panggung internasional.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *