Alex Marquez tampil impresif dalam rangkaian tes pramusim MotoGP di Sepang. Pembalap bernomor 73 itu mencatatkan waktu lap tercepat dalam hasil kombinasi tes dengan torehan 1 menit 56,402 detik—hanya terpaut tipis dari rekor lap MotoGP di Sirkuit Sepang.

Rekor tersebut masih dipegang Francesco Bagnaia dengan catatan 1:56,337 detik yang dibukukan saat kualifikasi GP Malaysia dua musim lalu. Meski belum memecahkan rekor, performa Alex menunjukkan sinyal kuat jelang musim baru.

Tak hanya unggul dalam kecepatan satu lap, Alex juga tampil konsisten dalam simulasi Sprint sepanjang 10 lap. Rata-rata waktunya mencapai 1 menit 58,028 detik—menjadikannya yang tercepat dibanding dua pembalap tim pabrikan Ducati lainnya, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez.

Bagnaia mencatat rata-rata 1 menit 58,166 detik, sementara Marc membukukan 1 menit 58,289 detik. Selisihnya memang tipis, tetapi cukup untuk menunjukkan daya saing Alex.

Awal Positif, Tapi Masih Banyak PR

Meski puas dengan hasil di Sepang, Alex menegaskan bahwa tes pramusim belum bisa dijadikan patokan mutlak untuk musim kompetisi.

Kami memang tampil kuat di Sepang, tetapi itu baru satu tes. Kejuaraan sebenarnya berbeda, semua akan dimulai dari nol, ujarnya seperti dikutip dari MotoSan.

Menurutnya, memulai musim dengan kepercayaan diri tinggi tentu lebih baik. Namun masih ada sejumlah detail teknis yang harus dipahami lebih dalam, terutama menjelang tes berikutnya di Thailand.

Alex juga menyadari bahwa seluruh rival mengalami perkembangan signifikan selama jeda musim.

Kami mengalami peningkatan kecil, tapi saya rasa semua pembalap juga melangkah maju. Akan menarik melihat posisi kami ketika simulasi balapan penuh dilakukan, kata pembalap Gresini itu.

Ia menekankan bahwa performa sesungguhnya baru terlihat saat kondisi lintasan berubah, terutama ketika grip menurun dan situasi balapan menjadi lebih kompleks.

Soal Kontrak dan Masa Depan

Selain performa di lintasan, Alex juga menjadi sorotan karena situasi kontraknya untuk musim 2027. Pasar pembalap MotoGP mulai bergerak, dan ia mengakui tengah mempertimbangkan masa depannya dengan serius.

Alex menyebut ini adalah tahun keempatnya bersama Gresini Racing, tim yang menurutnya memiliki nilai sentimental besar dalam perjalanan kariernya.

Kami sudah membangun sesuatu yang sangat penting bersama Gresini, ujarnya.

Meski demikian, ia menyadari pentingnya mengambil keputusan tepat di tengah regulasi baru yang akan berlaku pada 2027. Ia ingin memastikan pilihan yang diambil adalah yang paling kuat dan memberinya rasa nyaman sekaligus ambisi besar.

Menariknya, Alex mengungkap bahwa ia telah berbicara langsung dengan sang kakak, Marc Marquez, mengenai situasi ini.

Saya sudah membicarakan hal ini dengan Marc. Bahkan sejak tahun lalu ketika kami berada dalam situasi yang cukup unik. Kami berdua tahu apa yang harus dilakukan, ungkapnya.

Mengalahkan Marc? Sangat Sulit

Ketika ditanya apakah ia mengetahui cara untuk mengalahkan Marc Marquez, Alex menjawab dengan jujur.

Saya mungkin orang yang paling tahu betapa sulitnya mengalahkan dia, katanya sambil tersenyum.

Ia mengakui bahwa Marc adalah pembalap yang sangat komplet di berbagai aspek. Konsistensi dan kemampuannya dalam memanfaatkan momen krusial membuatnya selalu berbahaya dalam perebutan gelar.

Alex menyinggung musim lalu ketika Marc bangkit dan memenangi tujuh Sprint Race, yang menjadi titik balik dominasi dalam kejuaraan.

Ketika Anda melihat selisih 100 poin di klasemen, Anda tahu betapa sulitnya mengejar, ujarnya.

Meski demikian, Alex tetap optimistis dan bertekad mencoba semaksimal mungkin untuk bersaing, meskipun ia sadar tantangannya besar.

Tes Berikutnya di Thailand

Rangkaian persiapan MotoGP 2026 belum selesai. Tes pramusim akan berlanjut pada 21-22 Februari di Sirkuit Buriram, Thailand.

Di sana, Alex Marquez dan para rivalnya akan kembali menguji paket motor terbaru sekaligus mematangkan strategi sebelum seri pembuka musim dimulai.

Dengan performa impresif di Sepang dan kepercayaan diri yang meningkat, Alex memasuki musim baru dengan optimisme tinggi—baik soal persaingan di lintasan maupun masa depan kariernya di MotoGP. Tuna55


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *