Maguire Buka Suara soal Masalah Utama Amorim – Harry Maguire menyoroti
perubahan signifikan yang dialami Manchester United sejak Michael Carrick
ditunjuk sebagai manajer interim.
Bek timnas Inggris itu secara tersirat menyebut pendekatan taktik sebelumnya
di bawah Ruben Amorim kurang sesuai dengan karakter skuad.
Maguire Buka Suara, Struktur Baru di Bawah Michael Carrick
Carrick langsung memberi dampak instan dengan memenangi empat
pertandingan pertamanya sejak menggantikan Amorim bulan lalu.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah peralihan formasi dari 3-4-2-1
favorit Amorim ke 4-2-3-1 yang dinilai lebih sederhana dan efektif.
Perubahan tersebut berbuah hasil positif. United sukses menaklukkan
Manchester City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham,
sekaligus mampu mempertahankan posisi keempat klasemen Premier League.
Carrick juga mengembalikan pemain ke posisi alami mereka. Bruno Fernandes
kembali dimainkan sebagai gelandang serang nomor 10,
sementara Maguire membangun kembali duet solid
dengan Lisandro Martinez di jantung pertahanan.
Menurut Maguire, struktur pertahanan dan organisasi tim
yang diterapkan Carrick menjadi pembeda utama.
Para pemain kini merasa lebih nyaman dan mampu
memaksimalkan potensi masing-masing.
Fleksibilitas Taktik dan Kebangkitan Pemain Muda
Salah satu pemain yang paling merasakan dampak perubahan ini
adalah Kobbie Mainoo. Gelandang muda tersebut kini menjadi bagian penting
lini tengah setelah sebelumnya jarang mendapat menit bermain.
Perannya didukung keseimbangan yang dijaga oleh Casemiro dan Fernandes.
“Saya pikir dia luar biasa,” ujar Maguire kepada Owen Hargreaves di TNT Sports.
“Dia juga belum bisa memulai pada laga Premier League sampai beberapa
pertandingan lalu, dan juga saat ini sudah juga menjadi starter dalam adanya tiga
pertandingan secara beruntun.”
Maguire menilai kualitas Mainoo sangat menonjol ketika struktur tim berjalan
dengan baik. Ia menegaskan bahwa pemain hanya bisa tampil
maksimal jika sistem di sekelilingnya mendukung.
Hal yang sama juga berlaku bagi Casemiro. Menurut Maguire,
dengan struktur yang tepat, gelandang asal Brasil tersebut tetap menjadi
sosok dominan di lini tengah.
Di bawah Amorim, United sempat kesulitan karena banyak pemain ditempatkan
di posisi yang tidak natural.
Hal itu membuat performa tim menurun dan organisasi permainan kurang solid.
Carrick memilih pendekatan berbeda dengan menempatkan setiap pemain
di posisi terbaiknya. Langkah ini membawa stabilitas dan konsistensi
permainan United.
“Kami harus nyaman mendominasi baik dengan maupun tanpa bola,”
kata Maguire. “Kami tahu akan selalu berbahaya dalam serangan balik
dengan kualitas pemain yang kami miliki.”
Ia juga menekankan peningkatan signifikan dalam pertahanan kotak penalti.
United kini lebih cepat dan disiplin dalam menjaga area vital,
sesuatu yang sebelumnya kerap menjadi titik lemah.
Maguire menutup dengan menekankan pentingnya fleksibilitas taktik.
United harus mampu menyesuaikan diri, baik saat bermain agresif
satu lawan satu maupun ketika memilih bertahan
rapat dan mengandalkan serangan balik.
Pendekatan ini membuat seluruh lini dari penyerang hingga bek sayap
berkontribusi menjaga keseimbangan tim,
menjadikan Tuna55 tampil lebih kompak dan sulit ditembus lawan.

Leave a Reply